JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meminta pasar tetap tenang menyikapi situasi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini.
Perdagangan bursa yang sempat tertahan selama 30 menit akibat penurunan IHSG hingga 5 persen perlu diwaspadai.
Otoritas terkait agar memberikan respons yang bisa menenangkan pasar, utamanya otoritas bursa dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyarankan KSSK untuk menggunakan gaya komunikasi publik yang lebih simpatik.
Dan mengajak semua komponen, termasuk pengusaha besar, untuk menyelamatkan pasar keuangan.
Pemerintah juga bisa menunjukkan bahwa reformasi fiskal yang tengah berjalan menjamin keberlangsungan fiskal jangka panjang.
Langkah ini untuk menepis keraguan investor dan tetap melihat surat utang negara (SUN) sebagai instrumen investasi yang menarik, yang saat ini sangat dibutuhkan pemerintah.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Dia juga meminta otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati perkembangan pasar dalam dua hari ke depan.
“Dalam jangka panjang hendaknya OJK dan otoritas bursa untuk memperluas basis investor.”
“Terutama di sektor ritel, dan inovasi produk, terutama syariah untuk memperkuat pasar saham kita,” kata Said Abdullah.
Ketua Banggar DPR ìtu pun meminta pihak yang tidak berkaitan dengan otoritas bursa untuk tidak menambah kepanikan pasar.
Baca Juga:
Jejak Bitcoin Pemula: Investasi Cerdas di Pasar Kripto yang Dinamis
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
“Dari sisi KSSK, perlu menyampaikan bauran kebijakan sektor moneter dan fiskal yang memperkuat pasar keuangan kita,” ujar Said dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Nilai tukar rupiah per 18 Maret 2025 pukul 12.00 WIB mengalami pelemahan dengan posisi Rp16.465 per dolar AS.
Secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), angka itu turun 1,1 persen. Akan tetapi, Said menyebut penurunan itu masih dalam batas wajar.
Selain itu, sektor perdagangan menunjukkan indikator yang positif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 memperlihatkan nilai ekspor Indonesia mencapai 21,98 miliar dolar AS.
Atau naik 2,58 persen, nilai kumulatif ekspor per Februari pun naik 9,16 persen.
Baca Juga:
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Sama halnya, neraca perdagangan juga masih mencatatkan surplus dengan nilai Rp51,07 triliun per Februari.
Indeks PMI Manufaktur Indonesia dari S&P Global meningkat menjadi 53,6 pada Februari 2025, naik dari 51,9 pada Januari 2025.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Tambangpost.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Topiktop.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellobekasi.com dan Surabaya.on24jam.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).
Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).
Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.










