Indonesia Dinilai Perlu Lakukan Langkah Strategis Seperti Amerika Serikat dalam Mengadopsi Aset Digital

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 Maret 2025 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dinilai perlu mencontoh AS dalam adopsi aset digital. (Pixabay.com/WorldSpectrum)

Indonesia dinilai perlu mencontoh AS dalam adopsi aset digital. (Pixabay.com/WorldSpectrum)

JAKARTA – Kalangan pelaku pasar keuangan digital atau kripto menilai Indonesia perlu melakukan langkah strategis seperti yang diterapkan Amerika Serikat dalam mengadopsi aset digital sehingga tidak tertinggal dalam pengembangan ekonomi digital.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan Amerika Serikat (AS) semakin serius dalam mengadopsi aset digital dengan memperkenalkan Bitcoin Reserve dan U.S. Digital Asset Stockpile.

Langkah tersebut menurut dia, menandai perubahan besar dalam kebijakan kripto global, sekaligus kebijakan ini menunjukkan pengakuan AS terhadap Bitcoin sebagai aset strategis dan menjadi sinyal kuat bagi negara-negara lain untuk mempertimbangkan strategi serupa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika negara sebesar AS mulai membangun cadangan Bitcoin, maka ini bisa menjadi tren global.

Negara lain, termasuk Indonesia, perlu mempertimbangkan langkah strategis serupa agar tidak tertinggal dalam perkembangan ekonomi digital,” ujar Oscar dalam keteranganya di Jakarta, Senin 17 Maret 2025.

Kebijakan tersebut, tambahnya, juga menarik perhatian karena AS tidak hanya menyimpan Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga memasukkan XRP dan Solana ke dalam daftar aset digital strategisnya.

Menurut Oscar, keputusan ini bisa jadi merupakan bagian dari dinamika politik dan strategi ekonomi AS dalam menghadapi dominasi aset digital secara global.

“Strategi cadangan Bitcoin AS tidak hanya bertujuan untuk diversifikasi aset, tetapi juga mengurangi tekanan penjualan dari institusi pemerintah,” katanya.

Oscar menjelaskan jika Bitcoin dimasukkan dalam cadangan strategis suatu negara, maka aset tersebut kemungkinan besar tidak akan dijual dalam jangka pendek, yang dapat berdampak pada kestabilan harg Bitcoin di pasar.

Menurut dia, regulasi aset kripto di Indonesia masih menghadapi tantangan, meskipun telah diatur di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keterlibatan Bank Indonesia (BI) dalam aspek strategis seperti cadangan devisa belum terlihat.

“Perlu ada keselarasan antara lembaga terkait agar regulasi kripto di Indonesia tidak stagnan.

Kita dulu yang paling maju dalam regulasi aset kripto di Asia Tenggara, tetapi kini mulai tertinggal,” katanya.

Selain itu,lanjutnya, adopsi Bitcoin oleh negara bisa memunculkan tantangan baru bagi konsep desentralisasi yang selama ini menjadi nilai utama kripto.

Sebab, semakin banyak negara yang mengakumulasi Bitcoin, semakin besar pula potensi kontrol institusional terhadap aset ini.

Dalam konteks global, semakin banyaknya negara yang mengakui Bitcoin sebagai aset strategis dapat mendorong perubahan kebijakan di berbagai negara.

Oscar berharap Indonesia bisa segera mengambil sikap yang lebih tegas dalam menghadapi perkembangan ini.

Dengan jumlah investor kripto yang telah mencapai lebih dari 30 juta orang di Indonesia, kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri ini dapat memberikan manfaat bagi ekonomi digital nasional

Sementara itu Founder Akademi Crypto Timothy Ronald menilai langkah AS memperkenalkan Bitcoin Reserve dan U.S. Digital Asset Stockpile sebagai sinyal bagi negara lain untuk mengikuti jejak negara tersebut.

“Ini mirip dengan momen ketika ETF Bitcoin pertama kali diluncurkan. Dampaknya mungkin belum terasa sekarang, tetapi dalam jangka
panjang, kebijakan ini dapat mendorong lebih banyak negara untuk membangun cadangan Bitcoin mereka sendiri,” katanya.

Beberapa negara lain, seperti Uni Emirat Arab dan Turki, mulai bergerak lebih progresif dengan mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan nasional mereka.

Menurut Timothy, jika tren ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan lebih banyak negara akan mengikuti, termasuk negara-negara dengan ekonomi berkembang seperti Indonesia.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Tambangpost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Topiktop.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellobekasi.com dan Surabaya.on24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Saatnya Mengenal Bisnis Kripto, Investasi Bitcoin yang Cuan
BOIL Token: Proyek EnergyFi yang Siap Tembus Harga $1 di Kuartal II 2026
Pajak Kripto Naik, PPN Dihapus: Sinyal Baru Era Aset Digital di RI
Harga Ethereum Tembus US$3.800, Investor Institusional Mendominasi
Di Tengah Lesunya Pasar Saham Indonesia, Kripto Jadi Alternatif Pilihan untuk Diversifikasi Investasi
Polri Bongkar Penipuan Jaringan internasional Berkedok Investasi Trading Saham dan Mata Uang Kripto
Fasset Gandeng Lembaga Amil Zakat Salam Setara Amanah Nusantara untuk Beri Layanan Zakat Crypto
Ekosistem Kripto Disebut Berkontribusi Sebesar Rp620 Miliar hingga 2024 terhadap Penerimaan Negara

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 22:21 WIB

Saatnya Mengenal Bisnis Kripto, Investasi Bitcoin yang Cuan

Sabtu, 1 November 2025 - 07:51 WIB

BOIL Token: Proyek EnergyFi yang Siap Tembus Harga $1 di Kuartal II 2026

Jumat, 1 Agustus 2025 - 06:51 WIB

Pajak Kripto Naik, PPN Dihapus: Sinyal Baru Era Aset Digital di RI

Kamis, 24 Juli 2025 - 09:28 WIB

Harga Ethereum Tembus US$3.800, Investor Institusional Mendominasi

Kamis, 20 Maret 2025 - 19:10 WIB

Di Tengah Lesunya Pasar Saham Indonesia, Kripto Jadi Alternatif Pilihan untuk Diversifikasi Investasi

Berita Terbaru

ROE 20 - Key Visual

Pers Rilis

ROE Visual Rayakan 20 Tahun Inovasi Teknologi LED

Rabu, 14 Jan 2026 - 07:42 WIB